Selasa, 07 Februari 2017

Tugas Cerpen



Arena
            Pada saat kelas menyanyi di SMP Harapan beberapa siswa bernyanyi bersama mengikuti seorang temannya yang memimpin menyanyi di depan. Lagu giliran Raka maju. Raka terkenal pendiam. Begitu Raka maju, kelas menjadi sepi. Menunggu suara Raka mengisi seluruh ruangan. Raka berdiri tegap dan tidak membuka mulut sekalipun. Di depannya duduk Tara yang juga menunggu suara Raka. Seperti mengerti apa yang dipikirkan Raka, Tara mengucapkan kalimat secara perlahan. Berharap Raka mengikuti gerakan bibirnya. Raka mengerti, namun Raka mengucapkannya tidak dengan nada. Seluruh kelas tertawa terbahak-bahak menyaksikan aksi Raka. Termasuk Bara, sahabat Raka ikut tertawa. Kemudian, Bu Anita menyuruh Raka duduk. Giliran Tara bernyanyi di depan. Dengan siap Tara maju bersiap-siap menyanyi. Tara mulai menyanyikan lagu kesukaannya. Seisi kelas mengikuti menyanyi dan ada pula yang menggedor-gedor meja. Tara sangat bersemangat menyanyi. Dan saat selesai, seluruh kelas memberi tepuk tangan kepadanya.
             Beberapa tahun berlalu. Tara melanjutkan SMA-nya di luar Jawa. Ia akan berpisah dengan teman-teman SMP-nya. Termasuk dengan Raka dan Bara. Pada saat itu, perpisahan menyelimuti Raka karena Raka mulai menyukai Tara. Masa SMA-nya tidak akan semanis masa SMP-nya. Namun, pada masuk jenjang SMA Raka kembali bertemu dengan Tara. Bara yang pertama kali pada saat itu mengetahui ada gadis manis masuk ke sekolahannya langsung menunjukkan ke Raka. Bara sama sekali tidak ingat kalau itu adalah Tara, teman SMP-nya. Begitu melihat Tara, Raka tersenyum dan langsung menghampiri Tara. Tara mencoba mengingat Raka dan Bara. Tara masih ingat jelas dengan Raka, karena hanya Raka-lah yang Tara kenal tidak bisa menyanyi. Sedangkan Bara, Tara mengingatnya karena kemarin Tara melihat konser SMA dan Bara menjadi salah satu personil band tersebut. Bara menjelaskan bahwa itu bukan dirinya, melainkan saudara kembarnya Bima.
            Akhirnya mereka bertiga kembali dekat seperti masa SMP-nya. Seharusnya Raka senang, tapi tidak. Karena Bara menyukai Tara. Raka tidak mungkin menusuk sahabatnya sendiri, maka Raka hanya diam melihat Bara mendekati Tara. Hanya saja, Raka tidak menyukai sikap Bara yang selalu seenaknya sendiri. Seperti halnya permainan, begitu mereka berdua sedang asyik bermain kartu dan Bara terus menerus kalah, Bara menghentikan permainan dan memilih permainan lain. Bara selalu membuang apa saja yang dia rasa tidak menguntungkan dirinya. Dan Raka tidak terima kalau Tara di perlakukan seperti itu.
            Mereka semakin dekat. Dan mereka baru mengetahui kalau Tara sangat jago bermain gitar. Tara di minta membawakan sebuah lagu. Di hadapan Bara, Raka, dan Max. Begitu selesai mereka bertiga terpukau dan berniat membuat sebuah band dengan Tara sebagai penyanyi sekaligus guitarist. Tara menerima tawaran tersebut. Dan mereka membuat band dengan nama Arena. Selanjutnya mereka berempat menghabiskan sepanjang sore dengan berlatih di rumah Max.
            Perlombaan band antar SMA semakin dekat. Persyaratannya juga berat, setiap band harus membawakan lagu buatannya sendiri. Bara selaku ketua dalam band Arena menyuruh Raka membuat lagu. Raka berusaha keras. Namun, dia tidak bisa membuat lagu dia hanya pandai merangkai kata untuk Tara. Sebenarnya lagu tersebut untuk Tara, tetapi Bara mengambilnya secara paksa dan memaksa lagu ini untuk band mereka. Bara tidak tahu tujuan sebenarnya lagu tersebut.
            Suatu malam, Bara mengajak Tara keluar menonton konser musik. Bara akan menembak Tara dan sudah memberi tahu Raka. Malam itu, keadaan berubah drastis untuk Raka. Dan keesokkan paginya, Raka terlihat baik-baik saja di hadapan Bara. Namun ternyata, Bara di tolak oleh Tara. Dan Bara langsung mengeluarkan Tara dari band-nya. Raka merasa mau marah ke sahabatnya ini. Namun dia tidak tega karena Bara hanya menyampaikan perasaannya ke Tara.
            Beberapa hari selanjutnya, Bima mengeluarkan salah satu personilnya dan merekrut Tara sebagai penyanyi di band-nya. Baru setelah itu, penyesalan merayapi Bara karena telah bertingkah seenaknya sendiri. Sedangkan Raka merasa kehilangan Tara. Malam itu, Raka menyanyikan lagu yang dia buat sendiri untuk Tara di depan rumah Tara. Lalu, Tara menyanyikan lagu yang di buat Raka untuknya.
            “Lagu yang kau dengarkan ini, kau tahu aku tidak menulisnya. Aku tidak berani mengakuinya, sayangku. Hanya ingin kau tahu dan ingat, bahwa orang itu adalah kau.”
            Dan malam itu, Raka menyatakan perasaannya ke Tara. Tara menerima. Namun, mereka tidak menunjukkan hal tersebut kehadapan Bara. Karena mereka pikir itu akan menyakiti perasaannya.
            Band Arena masih tetap ada. Namun, hanya terdiri dari tiga personil yaitu Bara, Raka dan Max. Perlombaan semakin dekat. Mereka sudah menyiapkan satu lagu yang akan dibawakan di hari tersebut. Begitu mereka memasuki gedung perlombaan tersebut, mereka berhadapan dengan band Serenade yaitu band-nya Bima dan Tara. Band Serenade tampil sebelum band Arena. Tara terlihat bersiap-siap dengan gitarnya. Raka mengirim pesan singkat yang menyemangati Tara. Begitu Bima, Tara, dan teman-temannya sudah berada di panggung, Raka, Bara, dan Max menyaksikan dari samping.
            “Lagu ini mungkin tidak seindah lagu lain, Tapi lagu ini mempunyai arti yang dalam untukku. Dan setiap kata-kata yang tertulis disini berasal dari senyuman yang aku dapat darimu. Mendorong pena ini untuk menyampaikan arti ini.”
            Bara yang berada di samping Raka merasa terpukau dengan penampilan Tara. Dan saat itu, Bara berkata akan mendapatkan Tara kembali. Raka hanya terdiam. Dia tidak menyampaikan hubungannya yang sedang terjalin dengan Tara.
            “Lagu yang kau dengarkan ini, kau tahu aku tidak menulisnya. Aku tidak berani mengakuinya, sayangku. Hanya ingin kau tahu dan ingat, bahwa orang itu adalah kau.”
            Namun, begitu mendengar bagian reff tersebut. Bara menoleh menatap Raka. Lagu tersebut adalah lagu untuk band-nya sendiri. Bara merasa di tusuk dari belakang oleh Raka. Dalam semenit kemudian, Bara berbalik dan meninggalkan Raka dan Max. Mereka bertengkar hebat di luar gedung. Dan menempatkan Arena di posisi diskualifikasi. Tahun ketiga di jenjang SMA. Mereka berpisah sendiri-sendiri. Termasuk dengan Tara.
            Tahun-tahun berikutnya sama. Mereka bertiga melanjutkan kehidupan mereka sendiri-sendiri. Dan mereka dipertemukan dalam acara Reuni SMA Harapan. Band Tara sudah terkenal namun Tara tidak melupakan Raka. Mereka mengobrol bersama di malam itu. Lalu mereka bertemu dengan Bara yang sekarang mulai menjauh. Di tengah malam, Raka mengambil gitar dan mulai menyanyi sendiri di atas panggung dengan lagu Arena yang dulu mereka bertiga buat bersama tanpa Tara. Raka berharap bisa menyadarkan temannya itu. Namun, Bara hanya diam menatap Raka yang sedang menariknya agar bangkit dari kursi dan bermain bersamanya. Melihat hal tersebut, Tara tersentuh dan meneteskan air matanya. Dia merasa bersalah telah memutuskan ikatan persahabatan yang sudah di jalin sejak SMP. Akhirnya, Bara menangis dan mulai berlari menaiki panggung.
            “Untuk melupakanmu haruslah jadi pecundang.” Ucap Bara lalu menyanyi di sela-sela tangisnya. Akhirnya, Raka, Bara, dan Max bernyanyi bersama di sela-sela tangisnya. Seluruh penonton bertepuk tangan. Termasuk Tara yang akhirnya lega melihat persahabatan itu kembali akur.
            Beberapa hari selanjutnya, mereka melakukan kegiatan yang dulu selalu mereka lakukan. Bermain musik bersama. Bara, Raka, Tara, dan Max.

1 komentar: