Arena
Pada
saat kelas menyanyi di SMP Harapan beberapa siswa bernyanyi bersama mengikuti
seorang temannya yang memimpin menyanyi di depan. Lagu giliran Raka maju. Raka
terkenal pendiam. Begitu Raka maju, kelas menjadi sepi. Menunggu suara Raka
mengisi seluruh ruangan. Raka berdiri tegap dan tidak membuka mulut sekalipun.
Di depannya duduk Tara yang juga menunggu suara Raka. Seperti mengerti apa yang
dipikirkan Raka, Tara mengucapkan kalimat secara perlahan. Berharap Raka
mengikuti gerakan bibirnya. Raka mengerti, namun Raka mengucapkannya tidak
dengan nada. Seluruh kelas tertawa terbahak-bahak menyaksikan aksi Raka.
Termasuk Bara, sahabat Raka ikut tertawa. Kemudian, Bu Anita menyuruh Raka
duduk. Giliran Tara bernyanyi di depan. Dengan siap Tara maju bersiap-siap
menyanyi. Tara mulai menyanyikan lagu kesukaannya. Seisi kelas mengikuti
menyanyi dan ada pula yang menggedor-gedor meja. Tara sangat bersemangat
menyanyi. Dan saat selesai, seluruh kelas memberi tepuk tangan kepadanya.
Beberapa tahun berlalu. Tara melanjutkan
SMA-nya di luar Jawa. Ia akan berpisah dengan teman-teman SMP-nya. Termasuk
dengan Raka dan Bara. Pada saat itu, perpisahan menyelimuti Raka karena Raka
mulai menyukai Tara. Masa SMA-nya tidak akan semanis masa SMP-nya. Namun, pada
masuk jenjang SMA Raka kembali bertemu dengan Tara. Bara yang pertama kali pada
saat itu mengetahui ada gadis manis masuk ke sekolahannya langsung menunjukkan
ke Raka. Bara sama sekali tidak ingat kalau itu adalah Tara, teman SMP-nya.
Begitu melihat Tara, Raka tersenyum dan langsung menghampiri Tara. Tara mencoba
mengingat Raka dan Bara. Tara masih ingat jelas dengan Raka, karena hanya
Raka-lah yang Tara kenal tidak bisa menyanyi. Sedangkan Bara, Tara mengingatnya
karena kemarin Tara melihat konser SMA dan Bara menjadi salah satu personil
band tersebut. Bara menjelaskan bahwa itu bukan dirinya, melainkan saudara
kembarnya Bima.
Akhirnya
mereka bertiga kembali dekat seperti masa SMP-nya. Seharusnya Raka senang, tapi
tidak. Karena Bara menyukai Tara. Raka tidak mungkin menusuk sahabatnya
sendiri, maka Raka hanya diam melihat Bara mendekati Tara. Hanya saja, Raka
tidak menyukai sikap Bara yang selalu seenaknya sendiri. Seperti halnya
permainan, begitu mereka berdua sedang asyik bermain kartu dan Bara terus
menerus kalah, Bara menghentikan permainan dan memilih permainan lain. Bara
selalu membuang apa saja yang dia rasa tidak menguntungkan dirinya. Dan Raka
tidak terima kalau Tara di perlakukan seperti itu.
Mereka
semakin dekat. Dan mereka baru mengetahui kalau Tara sangat jago bermain gitar.
Tara di minta membawakan sebuah lagu. Di hadapan Bara, Raka, dan Max. Begitu
selesai mereka bertiga terpukau dan berniat membuat sebuah band dengan Tara
sebagai penyanyi sekaligus guitarist.
Tara menerima tawaran tersebut. Dan mereka membuat band dengan nama Arena.
Selanjutnya mereka berempat menghabiskan sepanjang sore dengan berlatih di
rumah Max.
Perlombaan
band antar SMA semakin dekat. Persyaratannya juga berat, setiap band harus
membawakan lagu buatannya sendiri. Bara selaku ketua dalam band Arena menyuruh
Raka membuat lagu. Raka berusaha keras. Namun, dia tidak bisa membuat lagu dia
hanya pandai merangkai kata untuk Tara. Sebenarnya lagu tersebut untuk Tara,
tetapi Bara mengambilnya secara paksa dan memaksa lagu ini untuk band mereka.
Bara tidak tahu tujuan sebenarnya lagu tersebut.
Suatu
malam, Bara mengajak Tara keluar menonton konser musik. Bara akan menembak Tara
dan sudah memberi tahu Raka. Malam itu, keadaan berubah drastis untuk Raka. Dan
keesokkan paginya, Raka terlihat baik-baik saja di hadapan Bara. Namun
ternyata, Bara di tolak oleh Tara. Dan Bara langsung mengeluarkan Tara dari
band-nya. Raka merasa mau marah ke sahabatnya ini. Namun dia tidak tega karena
Bara hanya menyampaikan perasaannya ke Tara.
Beberapa
hari selanjutnya, Bima mengeluarkan salah satu personilnya dan merekrut Tara
sebagai penyanyi di band-nya. Baru setelah itu, penyesalan merayapi Bara karena
telah bertingkah seenaknya sendiri. Sedangkan Raka merasa kehilangan Tara.
Malam itu, Raka menyanyikan lagu yang dia buat sendiri untuk Tara di depan
rumah Tara. Lalu, Tara menyanyikan lagu yang di buat Raka untuknya.
“Lagu
yang kau dengarkan ini, kau tahu aku tidak menulisnya. Aku tidak berani
mengakuinya, sayangku. Hanya ingin kau tahu dan ingat, bahwa orang itu adalah
kau.”
Dan
malam itu, Raka menyatakan perasaannya ke Tara. Tara menerima. Namun, mereka
tidak menunjukkan hal tersebut kehadapan Bara. Karena mereka pikir itu akan
menyakiti perasaannya.
Band
Arena masih tetap ada. Namun, hanya terdiri dari tiga personil yaitu Bara, Raka
dan Max. Perlombaan semakin dekat. Mereka sudah menyiapkan satu lagu yang akan
dibawakan di hari tersebut. Begitu mereka memasuki gedung perlombaan tersebut,
mereka berhadapan dengan band Serenade yaitu band-nya Bima dan Tara. Band
Serenade tampil sebelum band Arena. Tara terlihat bersiap-siap dengan gitarnya.
Raka mengirim pesan singkat yang menyemangati Tara. Begitu Bima, Tara, dan
teman-temannya sudah berada di panggung, Raka, Bara, dan Max menyaksikan dari
samping.
“Lagu
ini mungkin tidak seindah lagu lain, Tapi lagu ini mempunyai arti yang dalam
untukku. Dan setiap kata-kata yang tertulis disini berasal dari senyuman yang
aku dapat darimu. Mendorong pena ini untuk menyampaikan arti ini.”
Bara
yang berada di samping Raka merasa terpukau dengan penampilan Tara. Dan saat
itu, Bara berkata akan mendapatkan Tara kembali. Raka hanya terdiam. Dia tidak
menyampaikan hubungannya yang sedang terjalin dengan Tara.
“Lagu
yang kau dengarkan ini, kau tahu aku tidak menulisnya. Aku tidak berani
mengakuinya, sayangku. Hanya ingin kau tahu dan ingat, bahwa orang itu adalah
kau.”
Namun,
begitu mendengar bagian reff tersebut. Bara menoleh menatap Raka. Lagu tersebut
adalah lagu untuk band-nya sendiri. Bara merasa di tusuk dari belakang oleh
Raka. Dalam semenit kemudian, Bara berbalik dan meninggalkan Raka dan Max.
Mereka bertengkar hebat di luar gedung. Dan menempatkan Arena di posisi
diskualifikasi. Tahun ketiga di jenjang SMA. Mereka berpisah sendiri-sendiri.
Termasuk dengan Tara.
Tahun-tahun
berikutnya sama. Mereka bertiga melanjutkan kehidupan mereka sendiri-sendiri.
Dan mereka dipertemukan dalam acara Reuni SMA Harapan. Band Tara sudah terkenal
namun Tara tidak melupakan Raka. Mereka mengobrol bersama di malam itu. Lalu mereka
bertemu dengan Bara yang sekarang mulai menjauh. Di tengah malam, Raka
mengambil gitar dan mulai menyanyi sendiri di atas panggung dengan lagu Arena
yang dulu mereka bertiga buat bersama tanpa Tara. Raka berharap bisa
menyadarkan temannya itu. Namun, Bara hanya diam menatap Raka yang sedang
menariknya agar bangkit dari kursi dan bermain bersamanya. Melihat hal
tersebut, Tara tersentuh dan meneteskan air matanya. Dia merasa bersalah telah
memutuskan ikatan persahabatan yang sudah di jalin sejak SMP. Akhirnya, Bara
menangis dan mulai berlari menaiki panggung.
“Untuk
melupakanmu haruslah jadi pecundang.” Ucap Bara lalu menyanyi di sela-sela
tangisnya. Akhirnya, Raka, Bara, dan Max bernyanyi bersama di sela-sela
tangisnya. Seluruh penonton bertepuk tangan. Termasuk Tara yang akhirnya lega
melihat persahabatan itu kembali akur.
Beberapa
hari selanjutnya, mereka melakukan kegiatan yang dulu selalu mereka lakukan.
Bermain musik bersama. Bara, Raka, Tara, dan Max.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus